0
Makalah kelompok 14 ( SISTEM BERSENSOR GANDA )
Posted by Unknown
on
21.32
MAKALAH
SISTEM BERSENSOR GANDA
DiajukanUntukMemenuhi
Salah SatuTugasTerstrukturPada Mata Kuliah
InteraksiManuasiadanKomputer
Oleh:
DELYA NOVINA
SANDRA (2512.098)
MAISARAH
HIDAYATI (2512.005)
REZI KURNIA (2512.199)
Dosen
Pembimbing
ERIL
SYAHMAIDI, Spd, Mpd
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMATIKA JURUSAN
TARBIYAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN)SJECH
M. DJAMIL DJAMBEK
BUKITTINGGI
2014
Rasa
puji dan rasa syukur yang sedalam-dalamnya penulis aturkan kepada kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya kepada penulis,sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah interaksi manusia dan komputer yang
berjudul “Sistem bersendor ganda”.Guna untuk memenuhi salah satu tugas
terstruktur mata kuliah interaksi manusia dengan computer.
Kemudian
shalawat berangkaikan salam penulis sampaikan kepada allah SWT kiranya
dilimpahkan kepada arwah junjungan kita nabi besar Muhammad SAW,yang telah
berjuang mati-matian hingga tetes darah penghabisan demi untuk menegakkan
kalimat Laailahaillallah di permukaan
bumi ini.Semoga kita senantiasa menjalani hidup dengan pencerahan allahi dan
ajaran Rasulullah SAW.
Ucapan terima kasih tidak lupa pula
kami ucapkan kepada bapak ERIL
SYAHMAIDI, Spd, Mpd selaku dosen
pembimbing yang telah melakukan dan memberi bimbingan baik secara lansung
maupun tidak lansung dalam penyelesaian makalah ini. Dan tidaklupa pula kepada
teman-teman,yang telah membantu kami dalam pembuatan makalahini.
Dalam pembuatan makalah ini kami menyadari
bahawa kami masih banyak memiliki kekurangan. Oleh sebab itu berharap adanya
kritik dan saran untuk memperbaiki pembutan makalah selanjutnya. Terima kasih.
Bukittinggi ,10Desember 2014
(pemakalah)
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR..............................................................................................
DAFTAR ISI.............................................................................................................
BAB I :
PENDAHULUAN....................................................................................
1.1
Latar belakang masalah.........................................................................
1.2
Rumusan masalah.................................................................................
1.3
Tujuan maslah.......................................................................................
BAB II :
PEMBAHASAN......................................................................................
2.1 Usable
sensory inputs,multi-modal dan multi-media system................
2.2 Speech
pada inteface.............................................................................
2.3 Non-speech
sound.................................................................................
2.4 Pengenalan
tulisan tangan.....................................................................
2.5 Test,hypertext
dan hypermedia.............................................................
2.6 Animasi
dan video................................................................................
2.7 Pengenalan
gerak dan komputer vision.................................................
2.8 Aplikasi
multi media system.................................................................
BAB III :
PENUTUP
3.1
Kesimpulan.........................................................................................
3.2 Kritik
dan saran..................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam
perkembangan teknologi terutama dalam dalam bidang informatika saat ini,
manusia semakin mudah dalam melakukan pekerjaannya. Sistem
bersensor ganda (multi sensor) menggunakan lebih dari satu kanal sensor /
interaksinya. Contoh : suara , teks, hypertext, animasi , video, gerak isyarat,
penglihatan (lewat mata), dan lain-lain.Digunakan dalam berbagai aplikasi yang
umumnya bekerja baik untuk pengguna dengan kebutuhan spesial. Dan juga untuk
kenyataan buatan (virtual reality).
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang di maksud Usable
sensory inputs,multi-modal dan multi-media system?
2. Apa itu Usable
sensory inputs,multi-modal dan multi-media system?
3. Apa yang di maksud Non-speech
sound?
4. Apa yang di maksud Pengenalan
tulisan tangan?
5. Apa yang di maksud Test,hypertext
dan hypermedia?
6. Apa itu Animasi
dan video?
7. Apa yang di maksud Pengenalan
gerak dan komputer vision?
8. Bagaimana cara kerja aplikasi
multi media system?
1.3 Tujuan Masalah
1. Menjelaskan tentang Usable
sensory inputs,multi-modal dan multi-media system
2. Menjelaskan Usable
sensory inputs,multi-modal dan multi-media system
3. Mengetahui yang di maksud dengan Non-speech
sound
4. Mengetahui cara Pengenalan
tulisan tangan
5. Menjelaskan pengertian Test,hypertext
dan hypermedia
6. Menjelaskan Animasi
dan video
7. Menjelaskan Pengenalan
gerak dan komputer vision
8. Menjelaskan cara kerja aplikasi
multi media system
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Usable sensory inputs, Multi-modal & multi media
system
Penggunaan saluran sensor secara bersamaan akan meningkatkan bandwidth
interaksi antara manusia dan komputer. Hal ini juga akan membuat interaksi
manusia-komputer menjadi seperti interaksi antara manusia dan lingkungannya.
1.
Usable sensory input
Ada
5 yaitu:
a.
Berkenaan dengan penglihatan (visual),
merupakan sensor yang paling utama digunakan dalam komunikasi.
b.
Suara (sound), digunakan terbatas pada
beberapa interface misal; suara “beep” digunakan sebagai “warning”
c.
Pendengaran (hearing), digunakan dalam
kehidupan sehari-hari sehingga perluasan aplikasi ke interface dapat
bermanfaat.
d.
Rasa(taste)
e.
Bau (smell), merupan sensor yang paling
sedikit digunakan karena digunakan sebagai penerima informasi dari pada untuk
komunikasi.
2.
Multi-modal dan multi-media system
Multi-modal system dikembangkan untuk mengambil keuntungan atas indera
alami manusia. Dengan menggunakan lebih dari 1 indera atau mode komunikasi,
sistem ini lebih memberdayakan penggunaan auditory channel (jalur yang berhubungan dengan pendengaran,
suara). Multimedia system menggunaan sejumlah media yang berbeda untuk
mengkomunikasikan informasi. Yaitu:
a. Sound
b. Video
c. Text
d. Grafik
e. Icon
f. Animasi
g. CD-i
Multimedia system sering disebut juga sebagai
Multi-modal, tapi tidak selalu.
2.2
Speech pada Inteface
Berguna untuk keadaan:
a.
Tangan si
pembicara sibuk
b.
Diinginkan
mobilitas
c.
Mata si
pembicara harus memperhatikan sesuatu
d.
Kondisi yang
keras atau terkungkung yang tidak memungkinkan penggunaan keyboard.
1.
Struktur
Perkataan(structure of speech)
Struktur dasar:
a.
Bahasa
Inggris terdiri dari 40 phonem.
b.
Tiap phonem merepresentasikan
suara/bunyi yang berbeda (24
konsonan dan 16 vokal)
Perubahan
pada bunyi dan kualitas phonem disebut prosody (intonasi) dan
digunakan
untuk menyampaikan banyak arti dan nuansa emosi pada suatu kalimat. Prosody
memberikan kekayaan dan tekstur bahasa, tapi sangatsulit untuk dihitung secara
kuantitas,
Co-articulation
adalah cara keluarnya suara akibat dari gerakan mulut, hidung dan kecepatan
bicara.Co-articulation dapat menghasilkan berbagai macam suara yang dapat
digunakan untuk membentuk allophone. Allophone melambangkan semua bunyi-bunyian
dalam sebuah bahasa.
2. Pengenalan
perkataan (speech recognition)
Banyak
usaha untuk membangun Speech Recognition System, tapi banyak
menemui ketidaksuksesan.
Penyebab
ketidaksuksesan tersebut adalah:
a)
Kompleksitas
dari bahasa.
b)
Sebab lain yang lebih mengarah ke
seharian adalah masalah yang
berkaitan dengan
pengenalan secara otomatis kata yang diucapkan.Suara-suara background akan
dapat mempengaruhi input, yaitu akan menutupi atau mengganggu informasi.
Pembicara yang tidak jelas dapat memberikan redudansi atau suara yang tidak
berarti ke dalam informasi dengan cara mengulang kata-katanya, berhenti atau
menggunakan suara-suara seperti “Ummm” dan “Errrr” untuk mengisi jeda pada
suatu pembicaraan.
c)
Variasi individu. Orang mempunyai
suara yang unik, dan sistem yang
diarahkan untuk sensitif
terhadap variasi dan frekuensi dari suara pembicara yang sudah biasa dikenal
oleh sistem dapat gagal untukmengenali pembicara yang baru.
d)
Aksen dan penggunaan bahasa yang
berbeda dapat menyebabkan masalah yang serius pada sistem.
Menimbang
Speech Recognition dari sisi Multi Modal Interaction tidak ragu
bahwa ini dapat menawarkan pilihan
berkomunikasi untuk menambah caran yang sudah ada. Ketika tangan user sibuk,
berbicara mungkin dapat menjadi media input yang ideal. Berbicara tidak
membutuhkan keyboard sehingga dalam situasi yang tertentu ada potensi untuk
menggunakan sistem seperti itu. Sistem ini juga memberikan alternatif bagi user
yang mempunyai cacat fisik. Seperti penderita Dyslexia. Sampai saat ini, sistem
seperti ini belum begitu sukses untuk penggunaan
umum, apalagi untuk dikomersilkan.
3. Perkataan
Buatan(speech synthesis)
Speech synthesis
merupakan pelengkap dari speech recognition. Ide agar dapat berbicara dengan
komputer merupakan hal yang menarik bagi banyak user, khususnya bagi mereka
yang tidak bisa komputer.
Masalah yang ada pada
speech synthesis:
a)
User sangat sensitif terhadap
variasi dan informasi bicara. Sebab itu mereka tidak dapat mentolerir
ketidaksempurnaan pada speech synthesis.
b)
Output dalam bentuk
suara (spoken output) tidak dapat diulang atau di
browse dengan mudah.
c)
Meningkatkan noise (berisik) pada
lingkungan kantor. Atau bila menggunakan headphone akan meningkatkan biaya.
Lingkungan
aplikasi speech synthesis:
a)
Bagi tuna netra, speech synthesis
menawarkan media komunikasi dimana mereka memiliki akses yang tidak terbatas.
b)
Lingkungan dimana visual dan haptic
skill user sedang terfokus pada
hal
lain. Contohnya signal bahaya pada aircraft cockpit.
2.3
Non-Speech
Sound
Digunakan sebagai alarm dan warning, atau status
information. Penampilan informasi yang redundan dapat meningkatkan kinerja
user. Contohnya, user dapat mengingat suara yang mencerminkan icon tertentu,
tapi bukan tampilan visualnya.
Ketidakjelasan satu mode dapat dipecahkan dengan
mengunakan informasi yang ditampilkan melalui media lain. Misal: speech
recognition system juga menggunakan kamera untuk merekam gerakan bibir.
Katakata yang tidak jelas atau frase datap dipecahkan lebih akurat dengan
menggunakan informasi visual.
Auditory channel sedikit digunakan pada interface standard.
Informasi sering tersedia secara visual. Ada bahaya jika channel visual
overload, yaitu jika user memperhatikan banyak hal sesaat dan memilih informasi
yang sesuai dari detail layar yang banyak. Kepercayaan pada informasi visual
membuat perhatian tetap terfokus pada layar, dan informasi visual yang terus
menerus berarti detail yang cepat out of date tetap ada di layar setelah
dibutuhkan, mengacaukan layar. Pengunaan suara yang hati-hati pada interface
akan mengurangi masalah ini. Manusia dapat membedakan suara dan dapat bereaksi
lebih cepat terhadap stimulus auditory dibandingkan visual.
Perbedaan
|
Speech
|
Non-Speech
|
|
·
Serial dan user harus
mendengarkan keseluruhan kalimat sebelum mengerti maksudnya, sehingga
membutuhkan waktu yang panjang
·
Kita perlu memahami dan
menterjemahkan untuk mengetahui bahasa yang digunakan.
|
·
Dapat diasosiasikan
dengan kejadian khusus, dan waktu yang dibutuhkan lebih pendek
·
Universal(mempunyai arti
yang sama dibelahan bumi manapun).
·
Menyediakan informasi
status.
·
Navigasi sistem
|
2.4 Peneganalan
tulisan tangan(handwriting recognition)
Seperti speech, tulisan tangan merupakan bentuk
alami dari komunikasi. Tulisan tangan menawarkan input tekstual dan input
grafik dengan menggunakan alat yang sama.
a) TEKNOLOGI
Teknologi yang digunakan adalah digitizing tablet.
Coretan yang dibuat dengan pena akan ditransformasikan ke dalam seri koordinat,
kira-kira 1 dalam 1/50 detik. Gerakan-gerakan yang cepat akan menghasilkan
titik-titik yang lebih jarang dibandingkan dengan gerakan-gerakan lambat. Digitizing
tablet telah diperbaiki dengan menggabungkan sebuah screen tipis untuk
menampilkan informasi, yang akan membentuk kertas elektronik (electronic
paper). Informasi yang ditulis di digitizer dapat dengan mudah di tampilkan
kembali (re-display), atau disimpan dan di re-display untuk referensi lebih
jauh. System akan bermanfaat jika dapat menginterpretasikan coretan yang
diberikan dan menghasilkan text.
b) PENGENALAN TULISAN TANGAN
Tulisan tangan orang per orang sangatlah bervariasi,
dan tiap orang berubah-ubah tulisan tangannya dari hari ke hari. Hal ini akan
menimbulkan kesulitan untuk sistem pengenalan, yang bekerja dengan mencoba
mengidentifikasikan baris-baris yang berisi teks, dan kemudian meilah-milah
image yang didigtasi ke dalam karakter-karakter yang terpisah.
Walaupun demikian, ketika tulisan ditulis secara individual, dengan
sedikit pemisahan, kesuksesan sistem mejadi lebih layak, walaupun sistem harus
dilatih untuk mengenali karakterisitk bermacam-macam user. Banyak solusi-solusi
yang diusahakan pada speech recognition juga dicoba pada handwriting
recognition system, dan begitu pula sebaliknya. Seperti, pengenalan
keseluruhan kata, penggunaan conteks untuk karakter-karakter yang yang memiliki
banyak arti, dan neural networks, yang dipelajari dengan contoh.
2.5 Text,
Hypertext, dan Hypermedia
Output tekstual ditampilkan dalam bentuk sebuah blok teks, atau sebagai
suatu urutan halaman yang harus dibaca. Bagaimanapun menampilan teks dalam gaya
berurut, seperti halaman per halaman, adalah tidak cocok untuk browsing, karena
hal ini memaksa pembaca untuk mengikuti alur berpikir penulis. Hal ini
menimbulkan kesulitan. Misalnya ketika pembaca sedang membaca buku manual. Jika
pembaca tersebut tidak mengerti akan satu istilah dalam halam itu, ia harus
mencari keterangan atas istilah tersebut dalam halaman-halaman yang lain.
Setelah itu dia baru bisa kembali ke halaman yang tadi dan melanjutkan kegiatan
membacanya.
Hypertext mencoba membatasi keterbatasan-keterbatasan pada text dengan
cara membentuk ke dalam web screen dari pada secara baris. Cara ini membolehkan
halaman-halaman yang berbeda diakses dari halaman yang sedang aktif, dan jika
didisain dengan baik, user akan merasa lebih mudah untuk mengikuti suatu pokok
bahasan yang diingininya.
Seperti text, hypertext juga mengandung diagram, photo dan media lainnya.
Sistem seperti ini dikenal sebagai hypermedia system. Hypertext terdiri
dari beberapa halaman, dan satu set links yang digunakan untuk menghubungkan
halaman-halaman menjadi satu.
Hal yang perlu digaris bawahi adalah bahwa user dapat membaca dokumen
dengan cara yang dirasa paling baik untuknya. Hypertext dan hypermedia adalah
satu jaringan simpul (disebut artikel, dokumen, file, kartu, halaman, frame,
layar) yang berisi informasi ( dalam bentuk teks, grafik, video, sound, dll)
yang dihubungkan dengan link (disebut juga cross-reference, citation) Hypertext
umumnya diterapkan untuk aplikasi teks.Hypermedia umumnya digunakan untuk
sistem yang meliputi media lainnya, terutama sound dan video.
a.
Aplikasi
hypermedia
1.
Hypercard
Yang meniru
sebuah kartu indeks, yang dari situ user dapat mencari sesuatu. Masing-masing
kartu dapat menyimpan text, diagram, photograph, bitmap dan lain-lain. Hot spot
pada kartu ini mengijinkan gerakan antar kartu. Selain itu, pada kartu-kartu
ini juga terdapat tombol forward dan backward dan sebuah icon "home",
untukmemboleh user bergerak secara sequensial
2.
Information
management
3.
Sistem
pendidikan
4.
Sistem
applikasi pembantu (Help System Application).
b. Masalah hypermedia
1.
Navigating the
hypertext web.
Sangatlah sulit untuk memutuskan dengan pasti posisi seseorang di dalam
hypertext web. Solusi untuk masalah ini adalah menyediakan map dari dokument
hypertext yang mengidentifikasikan posisi seseorang. Links ke awal atau akhir
dapat diidentifikasikan dan user akan sedikit sekali akan "lost".
2.
Jika informasi
disajikan dalam struktur yang lebih kompleks, terdapat kemungkin terlewatkannya
halaman-halaman tertentu atau item-item suatu informasi.
Kedua masalah
ini telah dipecahkan dengan menyediakan rute yang diusulkan untuk dibaca user
melalui hypertext dokukment. Tapi hal ini justru berlawanan dengan tujuan
dibuatnya sistem seperti ini.
2.6 Animasi
dan Video
1.
Animasi
Animasi menjadi elemen yang paling biasa / lazim
pada sebuah sistem. Dengan animasi dapat membuat suatu image berpindah, berubah
(alter) dan berganti pada waktu yang bersamaan. Contoh:
a.
Animasi kursor
b.
Jam
c.
Icon jam gelas
untuk menunjukkan suatu pekerjaan sedang berlangsung
d.
Kartun
2.
Video dan
digital video
Penggunaan video akan memperluas potensi interface
dan memberikan designer tool/alat lain, dan cara lain untuk menampilkan
informasi.
Macam-macam CD:
a. CD-I
a) Mempunyai video yang terbatas dan kapasitas still
image
b) Ditujukan
untuk pasaran domestik
c) Baik untuk full screen animation dari pada untuk
video work.
b. CD-XA (Extended Architecture)
a)
Pengembangan
dari CD-I
b)
Lebih
mendukung audio digital dan still image
c. DVI
(Digital Video Interactive)
a) Menampilkan full motion video, bersaing dengan UVC
(Universal Video Communications)
b) Dapat menempatkan full motion video ke dalam single
CD lebih dari
1 jam, dan technologinya meningkatkan kompresi dan kapasitas penyimpanan
sepanjang waktu.
Contoh dari penggabungan video ke dalam interface
adalah QuickTime dari Apple.
2.7 Pengenalan
gerak dan komputer vision
1. Pengenalan gerak
Gerakan adalah komponen IMK yang menjadi pusat
perhatian dalam Multimodal
system. Dengan beberapa gerakan untuk mengkontrol
komputer, adalah merupakan suatu keuntungan pada situasi dimana tidak ada
kemungkinan untuk melakukan pengetikan atau ketika panca indera lainnya tidak
bisa digunakan.
Beda dengan speech dan handwriting, gerakan merupakan:
a. User-dependent
b. Subject to variation
c. Co-articulation
Teknologi yang digunakan untuk menangkap suatu gerakan adalah:
a.Vision system
b. Dataglove
Kedua teknologi ini sangat mahal dan sulit untuk
menginterpretasikan data. Sebuah team dari Toronto membuat sebuah sistem
pengenalan gerakan yang men-translate gerakan tangan ke dalam synthesized
speech, dengan menggunakan 5 (lima) jaringan syaraf yang bekerja secara
paralel. Kelima jaringan syaraf ini mempelajari dan mengartikan bagian-bagian
input yang berbeda.
2.
Computer
vision
a. Dengan vision system yang baik, memungkinkan
komputer untuk mengenali user-nya dan membentuk sistem yang sesuai dengan
permintaan. Computer vision mempunyai efek yang dalam pada interaksi.
b. Computer vision system cenderung berdasar pada
pendekatan “bottomup”
dimana image-image diperlakukan sebagai satu set pixel yang secara
progresif dianalisa untuk mengambil inti dari artinya.
c. Satu set tertentu dari proses akan dapat mengambil
input image dan memprosesnya untuk menghilangkan noise.
2.8 Aplikasi
multi-media system
1. Interface user dengan kebutuhan khusus
Penelititan interface untuk user dengan kebutuhan-kebutuhan
khusus terfokus pada penyediaan sistem interaksi bagi mereka yang kebutuhannya
tidak disediakan oleh komputer standard. Biasanya hal ini karena interface
menggunakan saluran input atau ouput yang tidak dapat digunakan dengan efektif
oleh user. Berkembangnya penggunaan graphical interface
mengurangi kemungkinan bagi user yang mengalami kerusakan visual/penglihatan.
Standard interface saat ini adalah graphical
interface. Karena interface yang berkembang saat ini banyak menggunakan
gambar-gambar/grafik, maka akses ke komputer bagi user yang mengalami kesulitan
penglihatan malah berkurang. Hal ini disebabkan output dalam bentuk Braille
tidak dapat digunakan untuk merepresentasikan gambar.
Beberapa sistem mencoba untuk menyediakan akses ke grpahical
interface untuk kelompok user ini, dengan cara menambahkan suara ke interface.
Sistem seperti ini telah sukses, tapi memiliki kekurangan ketika menghadapi
banyak data yang harus direpresentasikan. Untuk user yang mengalami gangguan
bicara dan pendengaran, multimedia sistem menyediakan beberapa alat komunikasi,
termasuk synthetic speech dan komunikasi berdasarkan teks dan conferencing
system.
User dengan bermacam gangguan fisik berbeda-beda kemampuannya untuk
mengontrol dan bergerak, tapi kebanyakan dari mereka susah dalam menggunakan
mouse.
Speech input dan output adalah salah satu pilihan bagi yang tidak
mengalami gangguan bicara. Alternatif lain adalah sistem Eyegaze yang mengikuti
gerakan mata untuk mengontrol kursor, atau driver keyboard yang dipasang di
kepala user. Jika user tidak dapat mengontrol gerakan kepala, gerakan isyarat
dan movement tracking dapat gunakan oleh user sebagai alat kontrol.
Jika user mempunyai keterbatasan
menggunakan keyboard, sebuah sistem yang dapat memprediksi (predictive system)
seperti Reactive keyboard, dapat menolong, dengan cara mengantisipasi
command-command yang akan diketik dan menawarkan perintah itu untuk dieksekusi.
Ini dapat menyingkat pengetikan kata. Perkiraan itu didasarkan atas apa yang
telah user ketik sebelumnya, seperti dalam Excel.
User yang mempunyai kesulitan belajar, seperti dyslexia, akan menemui
kesulitan menghadapi informasi dalam bentuk teks. Pada kasus yang parah, speech
input dan output dapat mengurangi kebutuhan untuk membaca dan menulis, dan
meningkatkan akurasi input dan output. Pada kasus yang tidak begitu berat,
fasilitas koreksi ejaan dapat
menolong user.
2.
Virtual
reality
Virtual reality berhubungan dengan simulasi yang
diciptakan komputer atas suatu situasi dimana user seolah-olah berada dalam
situasi itu. VR ini merupakan seni dalam Multi-Media System tapi lebih
ditekankan pada sensasi visual.
Sebagai input, digunakan sarung tangan yang dapat
memberikan informasi berdasarkan gerakan. Umpan balik dapat disertakan ke
sarung tangan tersebut, sehingga seolah-olah user dapat merasakan hentakan
ketika menggenggam sesuatu objek. speech recognition system dapat juga
diikutsertakan dan secara umum VR-system dilengkapi oleh audio feedback.
Salah satu aplikasi dari VR adalah:
a. Permainan 3 dimensi
b. Data visualization. Umumnya digunakan pada bidang protein chemistry
c.
Simulasi penerbangan (merupakan aplikasi VR
secara interaktif)
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sistem
bersensor ganda merupakan sistem yang menggunakan lebih dari satu channel
sensor interaksinya.penggunaan saluran sensor secara bersaaan akan meningkatkan
interaksi anatra manusia dan komputer.membuat interaksi manusia-komputer
menjadi seperti interaksi manusia dan lingkungannya.
Usable sensory input:
1. Berkenaan dengan penglihatan
2. Suara(sound)
3. Pendengaran(hearing)
4. Rasa(taste)
5. Bau(smell)
3.2 Saran
Dalam
penulisan makalah ini kami menyadari masih banyak kekurangan.
Kami tetap berharap makalah ini tetap memberikan manfaat bagi pembaca. Namun,
saran dan kritik yang sifatnya membangun dengan tangan terbuka kami terima demi
kesempurnaan dimasa akan datang
DAFTAR
PUSTAKA
Sudarmawan dan
Dony Ariyus. 2007. Interaksi Manusia dan Komputer. Yogyakarata: C.V
Andi Offset
Santosa, Insap.
1997. Interaksi Manusia dan Komputer, Teori dan Praktik. Andi Offset Yogyakarta
http://www.scribd.com/doc/72896161/SISTEM-BERSENSOR-GANDA-Sistem-Multi-Sensor
Posting Komentar