0
Makalah Kelompok 12 ( GROUPWERE )
Posted by Unknown
on
21.37
MAKALAH
Diajukan
untuk memenuhi salah satu tugas terstruktur dalam mata kuliah
Interaksi
Manusia dan Komputer
“Groupwere”
Oleh
:
Kelompok 12
Novrika
Diana (2512.087)
Recy Desmita (2512.026)
Dosen
Pembimbing:
Eril Syahmaidi, S.Pd, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM (STAIN)
SJECH
M. DJAMIL DJAMBEK
BUKITTINGGI 2014
KATA PENGANTAR
Rasa puji dan rasa
syukur yang sedalam-dalamnya penulis aturkan kepada kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan rahmat dan karunianya kepada penulis,sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah administrasi pendidikan yang berjudul “GroupWare”. Guna untuk memenuhi salah
satu tugas terstruktur mata kuliah evaluasi pembelajaran.
Kemudian shalawat
berangkaikan salam penulis sampaikan kepada allah SWT kiranya dilimpahkan
kepada arwah junjungan kita nabi besar Muhammad SAW,yang telah berjuang
mati-matian hingga tetes darah penghabisan demi untuk menegakkan kalimat Laailahaillallah di permukaan bumi
ini.Semoga kita senantiasa menjalani hidup dengan pencerahan allahi dan ajaran
Rasulullah SAW.
Ucapan terima kasih
tidak lupa pula kami ucapkan kepada bapak Eril
Syahmaidi,SPd,MPd dosen pembimbing yang telah melakukan dan memberi
bimbingan baik secara lansung maupun tidak lansung dalam penyelesaian makalah
ini. Dan tidak lupa pula kepada teman-teman, yang telah membantu kami dalam
pembuatan makalah ini.
Dalam pembuatan
makalah ini kami menyadari bahwa kami masih banyak memiliki kekurangan. Oleh
sebab itu berharap adanya kritik dan saran untuk perbaikan pembuatan makalah
selanjutnya. Terimakasih.
Bukittinggi
,13 Desember 2014
penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Dalam perkembangan teknologi
terutama dalam dalam bidang informatika saat ini, manusia semakin mudah dalam
melakukan pekerjaannya. Interaksi manusia dan komputer sangat erat kaitannya
dengan user yang menjadi patokan dalam penggunaan serta interaksi yang terjadi.
Setiap kegiatan yang dialakukan
oleh pengguna dengan komputernya menjadi kesinambungan dan menjadi hak bagi
pengguna untuk memilih model maupun cara berinteraksi langsung dengan komputer.
Salah satu contohnya untuk seorang yang ahli dalam desain, seorang yang ingin mendesain web atau yang lainnya
harus mengetahui model yang digunakan dalam desain tersebut.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa itu groupwere?
2.
Apa itu system groupwere?
3.
Apa itu komuikasi melalui
komputer?
4.
Apa itu meeting dan DSS?
C.
Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan
makalah ini adalah untuk mendalami atau memahami interaksi manusia dan komputer
tentang pembahasan groupwere serta untuk memenuhi salah satu tugas
terstruktur pada mata kuliah interaksi
manusia dan komputer.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Goupwere
Collaborative software (juga
disebut sebagai groupware) adalah perangkat lunak komputer yang
dirancang untuk membantu orang yang terlibat dalam suatu tugas bersama agar
mencapai tujuannya. Salah satu definisi paling awal tentang "collaborative
sofware" adalah definsi yang diberikan oleh Peter dan Trudy Johnson-Lenz
sebagai, "proses-proses kelompok secara sengaja ditambah perangkat lunak
untuk mendukungnya”.
Maksud rancangan dari collaborative software (groupware)
adalah mengubah cara berbagi dokumen dan rich media untuk
memungkinkan terjadinya kolaborasi tim yang lebih efektif. Kolaborasi
hubungannya dengan teknologi informasi, terlihat memiliki beberapa definisi.
Beberapa definisi diantaranya dapat dipertahankan maknanya namun
definisi-definisi lainnya memiliki makna yang begitu luas sehingga kehilangan
maknanya yang berarti. Memahami perbedaan pada interaksi manusia diperlukan
untuk memastikan bahwa teknologi yang digunakan telah tepat memenuhi kebutuhan
interaksi.
Kolaborasi membutuhkan beberapa individu yang bekerjasama
secara terkoordinasi, menuju satu tujuan bersama. Penyelesaian tujuan tersebut
adalah tujuan utama agar menjadikan tim bekerjasama. Perangkat lunak
kolaboratif membantu memfasilitasi tim yang berorientasikan-tindakan
bekerjasama melalui jarak geografis dengan menyediakan perkakas yang membantu
komunikasi, kolaborasi dan proses penyelesaian masalah. Selain itu, perangkat
lunak kolaboratif juga dapat mendukung fungsi manajeman proyek, seperti
penugasan pekerjaan, mengatur tenggat waktu, dan kalendar bersama. Artifak,
bukti yang nyata dari proses penyelesaian masalah, dan hasil akhir dari usaha
kolaboratif, membutuhkan dokumentasi dan mungkin melibatkan pengarsipan rencana
proyek, tenggat waktu dan produk yang dikirimkan
Groupware adalah
aplikasi yang dibuat untuk mendukung kolaborasi bersama antar sekelompok
pengguna dalam suatu lingkungan tertentu (Alan Dix, 1993).
Groupware mewakili software yang membantu kelompok kerja/kolega terhubung ke
jaringan komunikasi untuk mengelola aktifitas mereka. Operasi yang
didukung antara lain: penjadwalan rapat dan alokasi sumberdaya, email,
e-newsletter, distribusi file dan lain sebagainya.
B.
System Groupwere
Sistem groupware seperti Microsoft Exchange atau Lotus Notes
menawarkan pengguna berbagai fungsi dimaksudkan untuk membuat kerja mereka
sehari-hari hidup lebih mudah. Selain fungsi email klasik, mereka juga termasuk
kalender untuk pengelolaan jadwal, daftar kontak dan fungsi untuk membiarkan mereka
berbagi tugas dengan rekan-rekan mereka. Konsekuensi yang tidak diinginkan dari
pendekatan semacam ini namun adalah jenis silo data di mana dokumen, spreadsheet
dan konten penting lainnya yang melekat pada email dan janji, bukannya terorganisir
dan dapat diakses oleh semua pengguna dan aplikasi yang membutuhkannya. Ini adalah
situasi bermasalah untuk memastikan.
Berbagai versi dokumen yang tidak kompatibel disimpan di
lokasi yang berbeda: Terutama ketika menawarkan atau dokumentasi proyek dibagi melalui
email, kesalahan serius dan bahkan komunikasi benar-benar unreproducible adalah
hasil yang tak terelakkan
Janji dan perjanjian proyek yang dikelola secara
independen dari yang mendasari dokumentasi, komunikasi dan peserta - kerja sama
tim yang efektif dan manajemen proyek menjadi nyaris mustahil.
Banyak waktu yang
terbuang mencari email tentang topik tertentu.
Manajemen mutu tidak dapat diperkenalkan atau menguntungkan diperpanjang karena komunikasi berlangsung selama terlalu banyak saluran yang berbeda.
Manajemen mutu tidak dapat diperkenalkan atau menguntungkan diperpanjang karena komunikasi berlangsung selama terlalu banyak saluran yang berbeda.
Memecahkan koordinasi dan kerja sama tim masalah Anda dengan
integrasi sistem groupware di Enterprise Content Management Anda.
Sebuah sistem groupware akan membantu Anda sychronize acara,
janji dan informasi pribadi antara groupware Anda, perusahaan manajemen konten dan
sistem Portal. Terutama dalam bisnis berorientasi proyek utilitas sinkronisasi ini
sulit untuk melebih-lebihkan. Sistem groupware terintegrasi meningkatkan nilai penyimpanan
informasi proyek Anda karena meningkatkan penerimaan antara pengguna. Alasannya
jelas: pengguna memiliki gambaran janji saat ini, tenggat waktu dan semua dokumentasi
terkait sekilas. Jika dia ingin memberikan tugas kepada peserta tertentu atau memiliki
memo atau permintaan kembali dikirim ke peserta, ia dapat dengan mudah melakukan
sinkronisasi peristiwa ini dengan kalender sendiri dan orang lain peserta nya.
C.
Komuikasi Melalui Komputer
Komunikasi media
computer (Computer Mediated Communication)
sebagai media
komunikasi social dalam kamus online Wikipesia. CMC (Computer Mediated
Communication) didefinisikan sebagai transaksi komunikasi yang terjadi melalui
dua atau lebih jaringan computer. Fasillitas yang dapat digunakan untuk
berkomunikasi secara online melalui computer yaitu instan message, e-mail, chat
room, text messeging. Penelitian CMC difokskan secara luas pada efek social
yang berbeda dari penggunaan computer sebagai teknologi komunikasi. Banyak penelitian terakhir mengkaji jaringan social
yang didukung oleh social softwere. CMC (Computer
Mediated Communication) adalah pertukaran informasi melalui jaringan komputer
atau internet yang dapat direpresentasikan melalui teks,gambar, audio maupun
video dengan system yang berjalan secara Synchronous dan Asynchronous.
CMC memiliki system yang dapat mendukung operasional
komunikasi, seperti halnya komunikasi face to face (FtF), yang mana pesannya
dapat disampaikan secara verbal dan non verbal, demikian pula komunikasi yang
dilakukan diinternet pun dapat dilakukan secara verbal dan non verbal.Terdapat
lima jenis system media yang mendukung CMC secara verbal dan non verbal yaitu :
Text,graphics, images, audio and video :Lima jenis media ini digunakan untuk
mendukung aktivitas komunikasi melalui internet yang disampaikan secara verbal
maupun non verbal dan akan memberikan efek psikologis tertentu sesuai dengan
keinginan dan ekspresi yang ingin ditampilkan pengguna internet.
Selama bertahun-tahun, manusia telah menggunakan berbagai
sarana untuk berkomunikasi dengan orang lain ,berbicara tatap muka, menulis
surat, telegram, dan telepon ini hanya beberapa contoh dari berbagai media.
Metode terbaru yang telah muncul, adalah computer mediated Communication, atau
CMC. Hal ini dapat dilakukan melalui e-mail, listserves, grup usenet, chatroom,
MUDs, atau MOOs. Karena semua ini komunikasinya dilakukan melalui komputer,
Steve Jobs memberi nama aktivitas tersebut komunikasi "antar
komputer" bukannya "komputer pribadi" (Walther & Burgoon,
p.51).
Secara lebih jelas, terdapat banyak faktor yang menyebabkan
CMC berbeda dari komunikasi tatap muka (FtF) , dan sudah diperdebatkan apakah
perbedaan ini menyebabkan komunikasi yang kurang personal. Beberapa aspek CMC
antara lain adalah tidak adanya petunjuk yang kontekstual dari penggunanya, percakapannya
dapat direkam, dan kerahasiaan pengguna.
Kontroversi utama sekitar CMC adalah apakah perbedaan ini dapat membantu untuk
meningkatkan komunikasi dan menjadikannya lebih pribadi, atau apakah justru
karakteristik layanan yang dimilikinya dapat mengurangi tingkat keintiman yang
dapat dicapai.
Tidak adanya
petunjuk yang berkaitan dengan diri pengguna internet adalah perbedaan utama
yang memisahkan CMC dari komunikasi tatap muka.,karena kita tidak dapat melihat
ekspresi wajah, gerak-gerik, intonasi suara, tampilan, atau fisik orang yang
kita ajak berkomunikasi sehingga lebih sulit untuk menafsirkan pernyataan dan
tanggapan mereka (Walther & Burgoon, p.53).Joseph Walther dari Northwestern
University ini menjelaskan fenomena yang dijelaskan dalam teori Social Precense
bahwa sifat hubungan antar pribadi yang ditentukan oleh ciri khas dari para
peserta. Karena CMC ini memiliki kekurangan unsur petunjuk non-verbal atau
umpan balik, para peserta yang kurang mampu untuk mengenal orang dengan siapa
mereka berkomunikasi, sehingga hal tersebut mengarah ke percakapan yang kurang
personal. Selain itu, menurut teori ini, orang kurang memberi perhatian ke
peserta lainnya karena perhatian mereka dapat diserap kepada hal lain tanpa
kehadiran orang lain yang dapat menahan mereka. Hal ini dapat menghasilkan
hubungan yang menghalangi keintiman dan dasar dari kepercayaan lebih sulit
untuk dibentuk, mengarahkan peserta untuk jenis kosmunikasi bersifat umum lebih
dapat diharapkan dari CMC (Walther & Burgoon, hal.58 & 62).
Perbedaan Computer Mediated Communication dengan Face to
Face Communication adalah :
1 Absence of context cues
Kurangnya informasi atau petunjuk-petunjuk yang kontekstual
mengenai diri pelaku komunikasi ketika berkomunikasi melalui komputer (CMC).
Ketika berkomunikasi langsung,kita dapat mengamati kondisi yang jelas dari
teman berkomunikasi kita menyangkut pesan verbal maupun non verbal ataupun
mengenai identitas sesungguhnya dari teman berbicara kita.Melalui CMC petunjuk
tersebut kurang jelas.
2 Recordability of conversation
Komunikasi yang dilakukan melalui CMC dapat direkam oleh
karena itu sebaiknya pembicaraan di internet adalah pembicaraan yang
positif,tidak menjelekkan seseorang atau lembaga yang dapat menstimulir adanya
konflik yang tidak diinginkan.Upaya ini perlu dilakukan agar tidak memberi
kesempatan pada orang lain untuk menyudutkan atau menjelekkan kita melalui
komunikasi yang tidak bertanggungjawab.
3 Geographic Dispersion
Berkomunikasi melalui internet memiliki kemampuan menembus
ruang yang lebih luas atau secara geografis menyebar lebih luas dibanding
dengan komunikasi langsung yang terbatas pada tempat tertentu.
4. Asynchronism
Dibandingkan dengan komunikasi tatap muka yang sifatnya
langsung dan pesan diterima pada saat yang sama.Berkomunikasi melalui internet
dapat bersifat tertunda responsnya atau ada jeda antara pengirim dan penerima
dalam berkomunikasi.Sebagai contoh,off line message di chat room atau e-mail,
post message,yang pesannya hanya dapat diterima setelah beberapa waktu tertentu.
5. Anonymity of the users
Pengguna CMC berpeluang untuk meyembunyikan identitasnya
atau anonym. Pengirim atau penerima komunikasi.seringkali identitasnya tidak
jelas.Sebagai contoh pelaku komunikasi di chat room yang kita peroleh dari
random chat hanya memiliki identitas ID yang tidak merepresentasikan dirinya.misalnya
Jt,moody, nice, dsb.
6.Social desirability
Sifat anonimitas yang tinggi dari pengguna internet atau CMC
menjadikan internet merupakan media yang membangkitkan hasrat bersosialisasi
yang tinggi dari penggunanya,karena mereka merasa nyaman dengan kondisi
anonimitasnya.Sehingga orang yang memiliki karakter introvert lebih nyaman
dalam berkomunikasi melalui internet.
D.
Meeting
dan DSS
Suatu ruang pertemuan yang dirancang
menggunakan peralatan komputer untuk pertemuan tatap mata. Rancangan ruang ini
dapat berbentuk U atau C yang diatur mengelilingi layar monitor dan
masing-masing peserta mempunyai masing-masing monitor. Sistem ini mendukung
beberapa bentuk pekrjaan seperti, penggunaan terminal secara pribadi dan sub
group pada kegiatanteleconferencing atau email.
DSS merupakan salah satu produk perangkat lunak yang
dikembangkan secara khusus untuk membantu manajemen dalam proses pengambilan
keputusan (Indrajit 2001, p.179).
Sesuai namanya, tujuan digunakannya system ini adalah sebagai second opinion
atau information source yang dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan sebelum
seorang manajer memutuskan kebijakan tertentu. Pendekatan yang paling sering
dilakukan dalam proses perancangan sebuah DSS adalah dengan menggunakan teknik
simulasi yang interaktif, sehingga selain dapat menarik minat manajer untuk
menggunakannya, diharapkan system ini dapat merepresentasikan keadaaan dunia
nyata atau bisnis yang sebenarnya.
Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan
DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana
penunjang (tools) bagi mereka. DSS sebenarnya merupakan implementasi
teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu
seperti operation research dan management science. Hanya bedanya adalah bahwa
jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan
perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum,
maksimum, atau optimum), saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya
untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Groupware
adalah aplikasi yang dibuat untuk mendukung kolaborasi bersama antar sekelompok
pengguna dalam suatu lingkungan tertentu1. Groupware mewakili software yang
membantu kelompok kerja/kolega terhubung ke jaringan komunikasi untuk mengelola
aktifitas mereka.
B.
Kritik dan saran
Kami menyadari
dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan. Kami tetap berharap
makalah ini tetap memeberikan manfaat bagi pembaca. Namun, saran dan kritik
yang sifatnya membangun dengan tangan terbuka kami terima demi kesempurnaan
dimasa akan datang.
Posting Komentar