0

Makalah Kelompok 13 (TEORI & FAKTOR CSCW )

Posted by Unknown on 21.34


MAKALAH
TEORI & FAKTOR CSCW
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Terstruktur
Pada Mata kuliah  Interaksi Manusia dan Komputer

Oleh kelompok XIII:
                              BAGUSSENTOSYA     :   2512.112
                              NURAZIZAH               :    2512.189                
Dosen Pembimbing
       ERIL SYAHMAIDI, S.Pd,M.d

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMATIKA JURUSAN
TARBIYAH  SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI 
(STAIN) SJECH M. DJAMIL DJAMBEK
BUKITTINGGI
2014




KATA PENGANTAR

Rasa puji dan rasa syukur yang sedalam-dalamnya penulis aturkan kepada kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya kepada penulis,sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah administrasi pendidikan yang berjudul “Teori & Faktor Cscw”. Guna untuk memenuhi salah satu tugas terstruktur mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer.
Kemudian shalawat berangkaikan salam penulis sampaikan kepada allah SWT kiranya dilimpahkan kepada arwah junjungan kita nabi besar Muhammad SAW,yang telah berjuang mati-matian hingga tetes darah penghabisan demi untuk menegakkan kalimat Laailahaillallah di permukaan bumi ini.Semoga kita senantiasa menjalani hidup dengan pencerahan allahi dan ajaran Rasulullah SAW.
Ucapan terima kasih tidak lupa pula kami ucapkan kepada bapak Eril Syahmaidi M.Pd dosen pembimbing yang telah melakukan dan memberi bimbingan baik secara lansung maupun tidak lansung dalam penyelesaian makalah ini. Dan tidak lupa pula kepada teman-teman, yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.
Dalam pembuatan makalah ini kami menyadari bahwa kami masih banyak memiliki kekurangan. Oleh sebab itu berharap adanya kritik dan saran untuk perbaikan pembuatan makalah selanjutnya. Terimakasih. 
                                                                                                                                                            Bukittinggi , Desember 2014

(pemakalah)

                                                            
                                                                       BAB I
                                                            PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Komputer merupakan suatu mesin yang dibuat untuk membantu kehidupan manusia untuk semua bidang, seperti perbankan, transportasi, pendidikan, pemerintahan, perdagangan, militer dan sebagainya. Waktu kita menggunakan komputer, tanda disadari kita sedang melakukan dialog dengan komputer dan waktu kita memberikan perintah kepada komputer maka kita akan melihat hasil dari perintah tersebut di layar komputer.
Komunikasi atau interaksi diantara pengguna dengan sistem komputer sering kali tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Misalnya lingkungan kerja yang tidak nyaman. Ketidaknyamanan ini bisa disebabkan dari beberapa hal antara lain dari bentuk fisik seperti meja dan kursi kerja, layar tampilan, bentuk papan tulis, pengaturan lampu, kebersihan tempat kerja, dan beberapa aspek yang lain.
Dari uraian di atas maka interaksi antara manusia dengan komputer harus melibatkan beberapa aspek. Antara lain aspek Sosial Psikologis, Linguistik, Cognitif, Ergonomi, Antropologi, Sosiologi dan sebagainya.

B.              Rumusan Masalah
1.      Apa saja yang termasuk dari komunikasi face to face?
2.      Apa saja definisi-definisi dari percakapan?
3.      Apa saja  yang merupakan Komunikasi berbasis teks?
4.      Apa saja yang termasuk kerja kelompok?
5.      Apa saja factor-faktor organisasi?

C.  Tujuan
1.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah interaksi manusia dan komputer
2.      Untuk lebih mengetahui dan memahami interaksi antara manusia dan komputer
                                                                                                        

                                                                      BAB II
                                                               PEMBAHASAN

                     

1.      KOMUNIKASI FACE TO FACE
Para ahli mendefinisikan komunikasi antarpribadi secara berbeda – beda, definisi berdasarkan hubungan diadik bahwa komunikasi antarpribadi sebagai komunikasi yang berlangsung di antara dua orang yang mempunyai hubungan yang mantap dan jelas. Dengan definisi ini hampir tidak mungkin ada komunikasi diadik (dua orang) yang bukan komunikasi antarpribadi. Kemudian definisi menurut pengembangan (developmental), komunikasi antarpribadi dilihat sebagai akhir dari komunikasi yang bersifat tak pribadi (impersonal) pada satu ekstrim komunikasi pribadi atau ekstrim yang lain.
Komunikasi antarpribadi face to face menurut Hartley (1993) memiliki beberapa aspek. Aspek pertama, face to face itu sendiri membedakannya dari komunikasi jarak jauh atau komunikasi dengan alat. Dalam komunikasi face to face ada peran yang harus dijalankan masing – masing pihak. Diperlukan saling percaya, saling terbuka dan saling suka antara kedua pihak agar terjadi komunikasi. Aspek kedua adalah adanya hubungan dua arah. Dalam komunikasi antarpribadi yang penting bukanlah pesannya semata, tapi arti (meaning) dari pesan itu.
Beberapa fenomena yang mempengaruhi penggunaan computer-mediated communication:
1.      Personal Space
a.       Dalam komunikasi face-to-face, setiap orang cenderung mempertahankan jarak tertentu dengan lawan bicaranya.
b.      Konsep personal space berbeda untuk setiap negara/budaya.
c.       Masalah personal space dapat timbul apabila percakapan dilakukan melalui video links.
2.      Kontak dan tatapan mata
a.       Dalam berkomunikasi, kontak mata memberikan beberapa petunjuk, yaitu: perasaan tertarik/bosan, otoritas/power, kehadiran sosial.
b.      Video-tunnel memungkinkan kontak mata bahkan seluruh ekspresi wajah.
3.      Gerak isyarat dan bahasa tubuh
a.       Dalam berkomunikasi, kita menggunakan tangan (gerak isyarat) untuk menunjuk sesuatu.
b.      Beberapa groupware system mencoba mengatasi hal tersebut dengan menggunakan group pointer.
c.       Banyak computer-supported meeting room menempatkan monitor pada meja sehingga para peserta dapat saling melihat dengan jelas.
4.      Back channel
a.       Response dari pendengar berupa gerakan tubuh disebut back channel.
b.      Dengan adanya back channel, pembicara merasa bahwa pendengar cukup memahami pembicaraan.
c.       Beberapa masalah berkaitan dengan back channel yang mungkin timbul dalam komunikasi video, yaitu:
a)      Komunikasi video cenderung banyak menyoroti kepala dan bahu, sehingga kehilangan beberapa gerak tubuh dan isyarat.
b)       Layar yang besar cenderung mengurangi detail sehingga mungkin kehilangan beberapa informasi.
d.      Audio links (mis. telepon) hanya memiliki verbal back channel.
e.       Komunikasi berbasis teks biasanya tidak memiliki back channel.
5.      Turn-taking
a.       Turn-taking adalah proses dimana peran dari pembicara dan pendengar ditukar.
b.      Dalam proses turn-taking, back channel biasanya merupakan bagian yang penting.
c.       Terjadinya proses turn-taking karena: Pembicara menawarkan kesempatan kepada pendengar secara eksplisit, mis. mengajukan pertanyaan, pembicara memberikan gap singkat dalam pembicaraan.
d.      Bentuk pemberian gap dari pembicara terutama berhubungan dengan audio channel.
e.       Masalah yang cukup serius dalam kaitan dengan pemberian gap timbul dalam komunikasi jarak jauh (komunikasi berbasis satelit) karena kelambatan waktu. Akan terjadi gap sekitar 4 detik.

2.      Percakapan
Ada tiga fungsi teori percakapan dalam CSCW:
1.      Digunakan untuk menganalisa catatan (transkrip), mis. konferensi elektronik. Ini akan membantu memahami seberapa baik partisipan menyalin dengan komunikasi elektronik.
2.      digunakan sebagai petunjuk untuk keputusan desain. Pemahaman percakapan normal antar manusia menghindari kesalahan besar dalam perancangan media elektronik.
3.      dapat digunakan untuk mengarahkan desain, menstrukturkan sistem dengan teori.

Struktur percakapan dasar
Pada tingkat yang lebih tinggi, struktur percakapan dapat dilihat sebagai urutan giliran, biasanya pergantian di antara partisipan.

Konteks
Setiap ucapan dan fragmen dari percakapan sangat tergantung pada konteks yang digunakan untuk menghilangkan ambiguitas dari ucapan.

Ada 2 tipe konteks dalam percakapan:
1. konteks internal, tergantung pada ucapan sebelumnya.
2. konteks eksternal, tergantung pada lingkungan.

Breakdown
Breakdown dalam komunikasi terjadi apabila terdapat perbedaan fokus dari pembicara dan pendengar. Breakdown ini dapat diperbaiki dengan pertanyaan atau ucapan dari pembicara/pendengar yang dapat menimbulkan fokus dialog yang sama.

Speech act theory
Merupakan suatu analisis yang detail dari struktur percakapan, biasanya digunakan untuk memberikan petunjuk dalam perancangan Coordinator, yaitu sistem email terstruktur yang komersial.

3.        Komunikasi berbasis teks
Dalam groupware yang asynchronous (dan beberapa sistem synchronous), bentuk komunikasi langsung yang dominan adalah berbasis teks. Komunikasi berbasis teks dalam sistem groupware seperti tiruan dari percakapan, sehingga terdapat beberapa masalah dalam mengadaptasi antara 2 media.
Ada 4 tipe komunikasi tekstual dalam groupware:
a.       discrete; pesan langsung seperti dalam email
b.      linear; pesan partisipan ditambahkan pada akhir dari catatan tunggal
c.       non-linear; saat pesan dihubungkan ke yang lainnya dalam model hypertext
d.      spatial; dimana pesan diatur dalam permukaan dua dimensi
Beberapa masalah yang timbul dalam komunikasi berbasis teks:
1.      Back channel
2.      Grounding constraint
3.      Turn taking
4.      Konteks
5.      Hypertext
Media yang paling umum untuk groupware yang berjenis asynchronous kecuali voicemail, answerphones. Mediun yang familiar,serupa dengan surat kertas. Namun tes elektronik bisa juga berlaku sebagai pengganti berbicara.
Jenis-jenis teks elektronik:
1.      Diskrit message terarah, tak terstruktur
2.      Linier message ditambahkan (dalam urutan sementara)
3.      Non-linier pertalian dengan hypertext
4.      Spasial pengaturan dua dimensi

4.             KERJA KELOMPOK
Perilaku kelompok lebih kompleks terutama apabila kita memperhatikan hubungan sosial yang dinamis selama bekerja dalam kelompok.
1.         Dinamika kelompok
Peran dan hubungan di dalam kelompok dapat berubah secara dramatis dalam suatu kurun waktu saat melaksanakan suatu pekerjaan. Nama peran seseorang dapat menimbulkan masalah, mis. seorang disebut penulis buku tapi sebenarnya ia hanya memberikan ide dan komentar tapi tidak menulis satu kata pun. Anggota dan struktur kelompok juga dapat berubah setiap saat.
Dengan keluar atau masuknya anggota dalam kelompok dapat mengubah perilaku kelompok. Anggota kelompok yang baru memiliki masalah khusus dalam beradaptasi dengan budaya kelompok. Sistem groupware dapat membantu dengan cara mencatat sejarah dari kelompok. Perancang groupware harus menyadari bahwa anggota baru dapat masuk dalam kelompok dan mendesain software sesuai dengan kelompok. Kelompok dapat dibagi dalam beberapa sub-kelompok yang bekerja secara mandiri dan kemudian membagikan hasilnya kepada sub-kelompok lainnya.
2.    Layout Fisik
                                                             a.      Orientasi peralatan komputer dapat mempengaruhi kerja kelompok.
                                                            b.      Semua partisipan harus bisa saling melihat satu sama lain.
                                                             c.      Pada ruangan pertemuan elektronik manajer tidak harus duduk di depan karena layar yang di depan dapat dikontrol dari semua terminal. Manajer lebih baik duduk di belakang sehingga mereka bisa mengamati para peserta tanpa harus melepaskan pandangan dari layar


3. Kognisi Terdistribusi
Berpikir tidak hanya terjadi di dalam kepala, tetapi juga dalam hubungan eksternal dengan benda-benda di dunia dan dengan orang lain. Pandangan ini disebut kognisi terdistribusi.Kognisi terdistribusi memiliki pengaruh besar pada cara melihat kerja kelompok bahkan kerja individual.
Dalam hal ini perlu adanya mediating representation, yang merupakan alat komunikasi antara kelompok dan perwujudan nyata dari pengetahuan kelompok serta membentuk pengetahuan kelompok yang baru. Dalam perancangan groupware yang efektif, desainer perlu memusatkan analisisnya pada situasi kelompok saat itu dan merancang groupware pada representasi eksternal yang dapat digunakan oleh seluruh partisipan.

5.        FAKTOR ORGANISASI
Faktor organisasi cukup berpengaruh terhadap dukungan dan relevansi dari sistem groupware pada khususnya, dan teknologi informasi pada umumnya. Beberapa faktor organisasi yang berpengaruh adalah:
a.    Siapa yang mendapatkan keuntungan?
Sering terjadi ketidakseimbangan antara mereka yang mendapatkan keuntungan dengan mereka yang melaksanakan pekerjaan. Dalam sistem groupware, seharusnya ada tingkat simetri, yaitu apabila seseorang harus bekerja untuk sistem, ia harus memperoleh keuntungan dari sistem tersebut.
b.    Masalah free-rider
Sumbangan dari setiap partisipan tidak sama, ada yang hanya memberikan sumbangan yang sedikit (free-rider), dan mereka mengambil keuntungan dari kerja anggota kelompok yang lain.
c.    Critical mass
Dalam kaitan dengan biaya/keuntungan, semakin sedikit pemakai semakin kecil keuntungan dibanding biaya. Setiap sistem groupware yang baru harus dirancang agar memiliki  keuntungan yang lebih besar daripada biaya meskipun pemakainya sedikit.

d.                           Kerja sama atau konflik?
Orang-orang dalam organisasi atau kelompok sering memiliki tujuan yang konflik dan pertemuan merupakan salah satu jalan untuk menyelesaikan konflik tersebut. Yang perlu diperhatikan sebelum menginstal sistem komputer adalah mengidentifikasikan stakeholderyang akan terpengaruh oleh sistem tersebut.

e.                            Mengubah struktur kekuasaan
Garis kekuasaan dan informasi dalam suatu organisasi cenderung mengalir ke atas dan ke bawah melalui manajemen garis. Media komunikasi yang baru mungkin mengacaukan struktur manajerial yang formal, mis. sistem email. Teknologi sebisa mungkin sesuai dengan struktur organisasi dan sosial yang ada.

f.                              Pekerja yang tidak kelihatan
Kemajuan dalam telekomunikasi memungkinkan adanya tele-working dari rumah sehingga membuat pekerja jarang terlihat oleh manajemen.

g.                            Mengevaluasi keuntungan
Keuntungan dari groupware, terutama email atau electronic conferencing, berhubungan dengan kepuasan kerja atau aliran informasi. Video-wall diharapkan membantu kontak sosial di dalam organisasi. Meskipun sistem groupware dinilai bermanfaat, tapi sulit untuk mengukur keuntungannya karena menyebar di seluruh organisasi.


BAB III
       PENUTUP


A.    Kesimpulan
komunikasi face to face ada peran yang harus dijalankan masing – masing pihak. Diperlukan saling percaya, saling terbuka dan saling suka antara kedua pihak agar terjadi komunikasi. Aspek kedua adalah adanya hubungan dua arah. Dalam komunikasi antarpribadi yang penting bukanlah pesannya semata, tapi arti (meaning) dari pesan itu.
Dalam groupware yang asynchronous (dan beberapa sistem synchronous), bentuk komunikasi langsung yang dominan adalah berbasis teks. Komunikasi berbasis teks dalam sistem groupware seperti tiruan dari percakapan, sehingga terdapat beberapa masalah dalam mengadaptasi antara 2 media.

B.        Kritik dan saran

   Sebelum menggunakan atau berinteraksi dengan Komputer ada baiknya terlebih dahulu.kita memahami bagaimana cara menggunakan Komputer secara baik dan benar, agar lebih nyaman, aman dan efesien, namun apablila mengalami kesulitan,di sana ditampilkan program bantuan untuk memudahkan dalam berkomunikasi dengan komputer.












0 Comments

Posting Komentar

Copyright © 2009 Asestia Gayatri All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.